Riekenews.com – Purbalingga — Kemitraan lintas komunitas kembali menghadirkan aksi kemanusiaan di Kabupaten Purbalingga. Tim Perawat Peduli Luka, yang dikenal aktif mendampingi pasien dengan luka kompleks, bekerja sama dengan komunitas sosial Barda Family Lumampah Sodaqoh (BFLS) Purbalingga dalam menyalurkan donasi dan dukungan perawatan kepada Bu Imah, warga Kradenan RT 01 RW 01, yang tengah menjalani perawatan luka decubitus (pressure ulcer) di rumahnya.
Sinergi Perawatan dan Kepedulian Sosial
Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian bersama antara tenaga kesehatan yang berpengalaman dan komunitas sosial lokal untuk meringankan beban pasien yang membutuhkan penanganan ekstra setelah mengalami luka serius di area tekanan tubuh akibat mobilitas terbatas.
Tim Perawat Peduli Luka memberikan pendampingan langsung kepada Bu Imah, termasuk pemeriksaan kondisi luka, pembersihan area yang terdampak, serta penyuluhan kepada keluarga terkait cara merawat luka decubitus di rumah dengan standar yang benar. Ini penting agar proses penyembuhan dapat berjalan maksimal dan risiko infeksi dapat diminimalkan.
Donasi Perlengkapan Perawatan

Sebagai bagian dari dukungan nyata, kolaborasi dengan BFLS Purbalingga menghasilkan paket donasi perlengkapan perawatan luka untuk Ibu Imah. Donasi tersebut mencakup berbagai alat dan bahan medis yang dibutuhkan untuk perawatan luka di rumah, seperti kasa steril, perban, cairan antiseptik, sarung tangan medis, sejumlah uang tunai, serta perlengkapan lain yang sesuai kebutuhan klinis pasien
Pemberian donasi ini bukan hanya sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai dukungan moral bagi keluarga pasien, menunjukkan bahwa masyarakat secara kolektif peduli terhadap kesejahteraan warganya.
Tentang BFLS Purbalingga

Barda Family Lumampah Sodaqoh (BFLS) adalah komunitas sosial kemanusiaan di Kabupaten Purbalingga yang telah aktif sejak pertengahan 2018. Komunitas ini fokus pada kegiatan sosial untuk masyarakat yang kurang mampu, seperti:
- menyediakan nasi bungkus gratis setiap hari bagi penunggu pasien di rumah sakit setempat, melalui program Sedekah Nasi Rombongan (SNR), termasuk di RSUD dr. Goeteng Tarunadibrata dan RS Nirmala Purbalingga;
- membuka Warung Dhuafa / Warung Gratis untuk membantu warga tidak mampu mendapatkan makanan setiap hari;
- memberikan bantuan dan pendampingan kepada pasien yang membutuhkan dukungan sosial, termasuk dalam hal pendidikan atau pengobatan; serta
- terlibat dalam divisi kemanusiaan lain seperti pendampingan pasien talasemia dan jantung bawaan anak.
BFLS dikenal dengan gerakan sosialnya yang lahir dari semangat sodaqoh (berbagi) dan melibatkan banyak relawan dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa pamrih.
Kolaborasi untuk Kemanusiaan
Sinergi antara Tim Perawat Peduli Luka dan BFLS Purbalingga dalam membantu Bu Imah menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan profesional dan komunitas sosial dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang memerlukan.
Pendampingan medis yang tepat, ditambah dengan dukungan organik dari komunitas lokal, membuka ruang bagi pasien untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik meskipun dilakukan di rumah. Harapannya, kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menginspirasi aksi kemanusiaan lainnya di tingkat desa dan kecamatan.






