Riekenews.com, Purbalingga – Peristiwa tanah bergerak kembali terjadi di wilayah Dusun Karangtengah, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, bencana tanah bergerak ini mengakibatkan dua rumah roboh dan puluhan warga terpaksa mengungsi. Kejadian ini berlangsung pada 13–14 November 2025.
Bencana Tanah Bergerak Robohkan Rumah Warga

Kejadian tanah bergerak ini menyebabkan dua rumah roboh di RT 04/RW 03 dan RT 05/RW 03 Dusun Karangtengah. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 65 jiwa dari 20 Kepala Keluarga (KK) di dusun tersebut terpaksa mengungsi untuk menghindari bahaya lebih lanjut. Beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat pergerakan tanah yang terus berlanjut.
Pergerakan tanah ini diduga dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang membuat tanah di lereng bukit rawan longsor semakin tergerus. Tanah yang bergerak telah menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan dan menyebabkan kekhawatiran bagi warga sekitar.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Warga

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi warga dan memastikan keselamatan mereka. Sejumlah warga yang tinggal di rumah yang roboh sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman, sementara warga lainnya diminta untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah lanjutan.
Pihak BPBD juga bekerja sama dengan perangkat desa dan relawan untuk memberikan bantuan logistik dan mendirikan posko pengungsian sementara di lokasi yang lebih aman. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, bencana ini tetap menjadi perhatian serius mengingat dampak yang ditimbulkan terhadap rumah dan fasilitas warga.
Potensi Ancaman dan Langkah Pencegahan
Selain kerusakan material, warga yang mengungsi juga dilaporkan mengalami gangguan psikologis akibat trauma bencana. Para petugas medis yang diturunkan ke lokasi juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan terkait bencana tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Purbalingga memberikan arahan kepada warga untuk selalu memantau kondisi rumah mereka dan tidak berada di area yang rawan tanah bergerak atau longsor, terutama saat hujan lebat. Petugas juga melakukan pemantauan intensif di daerah rawan pergerakan tanah lainnya di sekitar wilayah Karanganyar dan sekitarnya.
Kerja Sama dan Dukungan Pemerintah Daerah
Sejak peristiwa tanah bergerak di wilayah tersebut pada Mei 2025, pemerintah Kabupaten Purbalingga, melalui BPBD dan Dinas Sosial, telah mengupayakan penanganan secara komprehensif untuk mengurangi dampak bencana yang sama di masa depan. Pemerintah setempat juga mendukung pembaruan infrastruktur dan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akibat tanah bergerak.
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Purbalingga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan mendukung program penanggulangan bencana, khususnya terkait ancaman tanah bergerak dan longsor yang sering terjadi di daerah berbukit seperti Desa Maribaya dan sekitarnya.
Penutupan
Bencana tanah bergerak yang melanda Dusun Karangtengah, Desa Maribaya, ini menambah catatan kejadian bencana alam yang cukup sering terjadi di wilayah tersebut. Meski tanpa korban jiwa, kejadian ini tetap menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Pemerintah setempat, bersama masyarakat, diharapkan terus melakukan langkah-langkah preventif dan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.






