160 x 600
160 x 600
Advertisement Dyamor

Ghina Salsabila, Kembali Sumbang Emas untuk Jawa Tengah di POPNAS dan PEPARPENAS 2025

Ghina Salsabila, Kembali Sumbang Emas untuk Jawa Tengah di POPNAS dan PEPARPENAS 2025
Ghina Salsabila, Kembali Sumbang Emas untuk Jawa Tengah di POPNAS dan PEPARPENAS 2025
160 x 600
468 X 60

Riekenews.com – Ghina Salsabila, atlet muda asal Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, kembali menorehkan prestasi gemilang di dunia pencak silat. Gadis yang berada di bawah naungan perguruan Pencak Silat Betako Merah Putih Purbalingga ini berhasil menyumbangkan medali emas untuk Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII 2025 dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI 2025.

Ajang POPNAS XVII tahun 2025 sendiri menjadi panggung bergengsi bagi para pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia, mempertemukan atlet muda terbaik dari berbagai provinsi. Begitu pula PEPARPENAS XI yang menjadi ajang pembuktian semangat dan sportivitas atlet pelajar disabilitas dari seluruh daerah.

Advertisement Buysell

Jejak Prestasi Ghina Salsabila di Kancah Internasional

Ghina Salsabila kembali sumbangkan emas untuk jawa tengah dalam ajang Ghina Salsabila, Kembali Sumbang Emas untuk Jawa Tengah di POPNAS dan PEPARPENAS 2025

Salah satu momen paling menonjol dalam karier Ghina adalah keberhasilannya meraih medali emas pada The 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025 yang berlangsung di Kashmir, India (25–30 September 2025). Ghina keluar sebagai juara di kelas H putri, menjadi salah satu dari beberapa pesilat Indonesia yang menyumbang gelar juara bagi Merah Putih — kontribusi yang membantu Timnas Junior mengamankan posisi di jajaran teratas perolehan medali pada kejuaraan tersebut. Prestasi ini mendapat perhatian dari media nasional dan juga apresiasi dari pengurus olahraga daerah.

Mengapa Prestasi Ghina Penting untuk Purbalingga dan Jawa Tengah?

  1. Inspirasi Lokal: Ghina menjadi contoh nyata bahwa talenta dari desa kecil bisa menembus panggung internasional dengan pembinaan yang tepat.
  2. Sirkulasi Pembinaan Atlet: Jalur dari perguruan lokal → pembinaan provinsi → tim nasional terlihat berjalan efektif, memberi dorongan bagi program olahraga pelajar.
  3. Promosi Pencak Silat: Keberhasilan pesilat muda seperti Ghina memperkuat posisi pencak silat sebagai olahraga tradisional yang produktif melahirkan juara.
  4. Dampak Ekonomi & Sosial: Prestasi internasional sering memicu perhatian pembiayaan, sponsor lokal, dan program pelatihan yang lebih terstruktur di daerah asal.

Penutup

Prestasi ini menjadi bukti konsistensi Ghina dalam dunia pencak silat serta kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Karangjambu khususnya. Diharapkan, langkah gemilangnya dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi dan membawa nama daerah hingga ke level dunia.

Advertisement Buysell

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *