RiekeNews.com, Purbalingga — Atlet pencak silat muda asal Desa Karangjambu, Ghina Salsabila (16), menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas pada The 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025 di Kashmir, India, 25–30 September 2025. Capaian ini menambah kebanggaan bagi warga Purbalingga dan menginspirasi talenta muda di daerah asalnya.
Emas dari Kelas H Putri, Indonesia Tutup Kejuaraan di Tiga Besar

Berada di bawah naungan Perguruan Silat Betako Merpati Putih Purbalingga, Ghina tampil sebagai juara di kelas H putri. Ia menjadi satu dari 13 atlet junior Indonesia yang berlaga, ikut mengantar skuad Merah Putih finis di posisi ketiga dengan koleksi 8 emas, 1 perak, dan 3 perunggu pada event yang diikuti 300 peserta dari 11 negara anggota PERSILAT.
Dari Ekstrakurikuler ke Panggung Asia
Perjalanan Ghina bermula di SMPN 1 Karangjambu. Mulanya mengikuti pramuka, ia kemudian menemukan minat dan bakat di pencak silat. Latihan rutin tiga kali sepekan ditambah bimbingan pelatih di lingkungan rumah membuat performanya cepat menanjak. Ia konsisten menjuarai POPDA dari tingkat kabupaten hingga karesidenan.
Keberhasilan di jenjang pelajar mengantarnya direkrut ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Pencak Silat Jawa Tengah tanpa seleksi formal, setelah tim pelatih menilai potensi dan etos latihannya. Sejak itu, program latihan yang terstruktur dan intensif kian mematangkan kualitas tandingnya.
Dukungan Dari Keluarga, Tekad Besar
Lahir dari keluarga sederhana—ibunda Fajriah seorang ibu rumah tangga dan ayah Wasimun berdagang bakso—Ghina terbiasa mandiri. Ia hanya pulang ke kampung halaman dua kali setahun, umumnya saat Lebaran dan Tahun Baru atau setelah kejuaraan penting. Kerinduan keluarga ia tepis lewat panggilan video, terutama jelang pertandingan.
“Saya anak rumahan, tapi sudah terbiasa tinggal dan berlatih di PPLP. Lingkungannya mendukung, teman-temannya solid,” kata Ghina, menegaskan latihan terencana membuatnya berkembang pesat.
Target Berikutnya: Timnas, PON, hingga SEA Games
Usai emas di India, Ghina membidik panggung yang lebih besar: tim nasional, PON, SEA Games, dan kejuaraan dunia. Ia juga membuka opsi melanjutkan pendidikan tinggi atau meniti karier di TNI/Polri jalur olahraga. “Saya ingin mengharumkan nama orang tua dan menaikkan derajat keluarga lewat prestasi,” ujarnya.
Kisah Ghina menjadi bukti bahwa disiplin, konsistensi, dan dukungan lingkungan dapat mengantarkan talenta dari desa kecil seperti Karangjambu ke panggung Asia.






